Jangan Sampai Menjadi Orang yang Merugi Setelah Ramadhan


Jangan Sampai Menjadi Orang yang Merugi Setelah Ramadhan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي بَلَّغَنَا رَمَضَانَ، وَأَعَانَنَا عَلَىٰ صِيَامِهِ وَقِيَامِهِ، وَوَفَّقَنَا لِطَاعَتِهِ فِيهِ، نَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. أَمَّا بَعْدُ:


Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Namun, betapa ruginya seseorang jika setelah Ramadhan berakhir, ia kembali kepada kebiasaan buruknya, seolah-olah tidak mendapatkan pelajaran dan perubahan dari bulan suci ini. Rasulullah bersabda:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا ٱلْجُوعُ وَٱلْعَطَشُ 

"Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga." (HR. Ibnu Majah)

1. Tanda-tanda Orang yang Merugi Setelah Ramadhan

Beberapa tanda orang yang merugi setelah Ramadhan antara lain:

  • Kembali kepada maksiat: Setelah Ramadhan berlalu, seseorang justru kembali ke kebiasaan buruknya.
  • Meninggalkan kebiasaan ibadah: Jika sebelumnya rajin shalat malam dan membaca Al-Qur’an, tetapi setelah Ramadhan meninggalkannya.
  • Tidak menjaga lisan dan hati: Ramadhan mengajarkan pengendalian diri, namun jika setelahnya tetap berkata kasar dan mendendam, maka manfaat Ramadhan menjadi sia-sia.
  • Lalai dalam bersedekah dan berbuat baik: Kebaikan yang rutin dilakukan selama Ramadhan harus terus dilanjutkan, bukan hanya musiman.

2. Cara Menghindari Kerugian Pasca Ramadhan

Untuk menjaga keberkahan Ramadhan tetap hidup dalam diri kita, beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:

  • Menjaga kebiasaan baik dari Ramadhan: Lanjutkan tilawah Al-Qur’an, shalat malam, dan sedekah secara rutin.
  • Menjadikan Ramadhan sebagai titik perubahan: Jangan kembali kepada kebiasaan lama yang buruk.
  • Berdoa agar diberikan keistiqamahan: Rasulullah sering berdoa:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَىٰ دِينِكَ 

"Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR. Tirmidzi)

  • Berkumpul dengan orang-orang shalih: Agar tetap semangat dalam kebaikan.
  • Mengambil pelajaran dari Ramadhan: Jadikan ibadah dan kesabaran di bulan Ramadhan sebagai bekal kehidupan sepanjang tahun.


Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi setelah Ramadhan berlalu. Jadikan bulan suci ini sebagai momentum perubahan diri yang berkelanjutan. Semoga Allah memberikan kita keistiqamahan dalam beribadah dan menjaga ketakwaan sepanjang tahun. Aamiin.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Posting Komentar

0 Komentar

Ads