Keutamaan Zakat
Fitrah dan Cara Mengeluarkannya
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ
الرَّحِيمِ
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي فَرَضَ
ٱلزَّكَاةَ طُهْرًا لِلْأَنْفُسِ وَنَمَاءً لِلْأَمْوَالِ، وَجَعَلَ ٱلزَّكَاةَ
ٱلْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ ٱللَّغْوِ وَٱلرَّفَثِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا
إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ
1. Pengertian dan Keutamaan
Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang
wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim menjelang Idul Fitri sebagai bentuk
penyucian diri dan bantuan kepada kaum fakir miskin. Rasulullah ﷺ bersabda:
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ زَكَاةَ الفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ
"Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat
fitrah sebagai penyucian bagi orang yang berpuasa dari perkataan dan perbuatan
yang tidak bermanfaat, serta sebagai makanan bagi orang-orang miskin."
(HR. Abu Dawud & Ibnu Majah)
2. Kewajiban dan Besaran Zakat
Fitrah
Zakat fitrah wajib dikeluarkan
oleh setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, besar atau kecil, merdeka
atau hamba sahaya. Besarannya adalah satu sha’ (sekitar 2,5 - 3 kg) dari
makanan pokok seperti beras, gandum, atau kurma.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar
radhiyallahu ‘anhuma:
فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ زَكَاةَ الفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى العَبْدِ وَالحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى، وَالصَّغِيرِ وَالكَبِيرِ مِنَ المُسْلِمِينَ
"Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat
fitrah sebanyak satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari gandum atas setiap
Muslim, baik hamba sahaya atau merdeka, laki-laki atau perempuan, kecil atau
besar." (HR. Bukhari & Muslim)
3. Waktu dan Cara Mengeluarkan
Zakat Fitrah
Zakat fitrah dianjurkan untuk
dikeluarkan sebelum shalat Idul Fitri. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ
"Barang siapa
menunaikannya sebelum shalat (Idul Fitri), maka itu adalah zakat yang diterima.
Barang siapa menunaikannya setelah shalat, maka itu hanya dianggap sebagai
sedekah biasa." (HR. Abu Dawud & Ibnu Majah)
4. Hikmah dan Manfaat Zakat
Fitrah
- Menyucikan jiwa dari kekurangan dan
kesalahan selama berpuasa.
- Membantu fakir miskin agar mereka juga bisa
merayakan Idul Fitri dengan bahagia.
- Menjalin ukhuwah Islamiyah, karena umat
Islam saling berbagi dan peduli terhadap sesama.
Kesimpulan
Zakat fitrah adalah kewajiban
yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim sebagai bentuk penyucian diri dan
kepedulian sosial. Hendaknya kita mengeluarkannya tepat waktu dan dengan niat
yang ikhlas agar mendapatkan pahala yang sempurna di sisi Allah.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
وَبَرَكَاتُهُ.
0 Komentar