Lailatul Qadr: Malam Diturunkannya Al-Qur’an yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

 

Lailatul Qadr: Malam Diturunkannya Al-Qur’an yang Lebih Baik dari Seribu Bulan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pendahuluan: Keistimewaan Lailatul Qadr

Lailatul Qadr merupakan salah satu malam paling agung dalam Islam. Malam ini adalah malam turunnya Al-Qur’an dan memiliki keutamaan yang luar biasa. Allah berfirman dalam Surah Al-Qadr:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۞ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۞ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ۞ (القدر: 1-3)

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 1-3)

Malam ini disebut lebih baik dari seribu bulan, yang artinya ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang lebih besar daripada ibadah yang dilakukan selama 83 tahun lebih.

1. Turunnya Al-Qur’an pada Lailatul Qadr

Menurut para ulama, Al-Qur’an diturunkan dalam dua tahap:

  1. Dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia pada malam Lailatul Qadr.
  2. Dari Baitul ‘Izzah kepada Nabi Muhammad secara berangsur-angsur selama 23 tahun melalui Malaikat Jibril.

Sebagaimana firman Allah dalam Surah Ad-Dukhan:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (الدخان: 3)

"Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam yang diberkahi. Sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan." (QS. Ad-Dukhan: 3)

2. Keutamaan Lailatul Qadr

Malam Lailatul Qadr memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

  1. Lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3).
  2. Malaikat turun membawa rahmat dan keberkahan (QS. Al-Qadr: 4).
  3. Penuh dengan keselamatan hingga fajar (QS. Al-Qadr: 5).
  4. Malam pengampunan dosa bagi yang beribadah dengan penuh keimanan dan keikhlasan, sebagaimana sabda Nabi :

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه البخاري ومسلم)

"Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari & Muslim)

3. Kapan Terjadinya Lailatul Qadr?

Lailatul Qadr terjadi pada salah satu malam di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terutama di malam-malam ganjil, sebagaimana sabda Rasulullah :

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ (رواه البخاري ومسلم)

"Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan." (HR. Bukhari & Muslim)

4. Amalan di Malam Lailatul Qadr

Untuk mendapatkan keutamaan malam ini, dianjurkan melakukan amalan-amalan berikut:

  1. Memperbanyak shalat malam (qiyamul lail)
  2. Membaca Al-Qur’an dan mentadabburinya
  3. Berdoa dan beristighfar
  4. Memperbanyak dzikir dan tasbih
  5. Memohon ampunan dengan doa yang diajarkan oleh Nabi :

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي (رواه الترمذي)

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku." (HR. Tirmidzi)

5. Tanda-Tanda Lailatul Qadr

Para ulama menjelaskan beberapa tanda yang menunjukkan malam Lailatul Qadr, di antaranya:

  1. Udara terasa sejuk dan tenang
  2. Langit tampak cerah tanpa badai atau hujan
  3. Matahari terbit keesokan harinya dengan cahaya lembut dan tidak menyilaukan
  4. Hati seorang mukmin merasa lebih tenteram dan damai

Kesimpulan: Meraih Keberkahan Lailatul Qadr

Malam Lailatul Qadr adalah kesempatan luar biasa bagi setiap Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih pahala yang berlipat ganda. Oleh karena itu, kita harus berusaha sebaik mungkin menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan ibadah, doa, dan taubat agar mendapatkan keberkahan yang Allah janjikan.

Semoga Allah memberikan kita kesempatan untuk bertemu dengan Lailatul Qadr dan menerima amal ibadah kita.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

 


Posting Komentar

0 Komentar

Ads