Menyambut Idul
Fitri dengan Kebahagiaan dan Kesederhanaan
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ
الرَّحِيمِ
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
ٱلْعَٰلَمِينَ، وَٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ عَلَىٰ أَشْرَفِ ٱلْأَنبِيَاءِ
وَٱلْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ ءَالِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
Makna Sejati Idul
Fitri
Idul Fitri adalah hari kemenangan
setelah sebulan penuh kita menahan diri, mendekatkan diri kepada Allah, dan
meningkatkan ketakwaan. Namun, kemenangan ini bukan hanya tentang perayaan,
melainkan tentang bagaimana kita kembali kepada fitrah, yaitu hati yang bersih
dan penuh ketakwaan.
Allah ﷻ berfirman:
وَلِتُكْمِلُواْ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ
ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
"Dan hendaklah kalian
mencukupkan bilangan (puasa) dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas
petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur." (QS.
Al-Baqarah: 185)
1. Idul Fitri: Hari
Kebahagiaan yang Hakiki
Kebahagiaan Idul Fitri bukan
sekadar memakai pakaian baru atau menikmati hidangan lezat, tetapi:
- Kembali kepada Allah dengan hati yang bersih
setelah menjalani ibadah Ramadhan.
- Kebersamaan dan silaturahmi dengan keluarga
dan saudara.
- Menyempurnakan zakat fitrah sebagai bentuk
kepedulian kepada sesama.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu, Rasulullah ﷺ
bersabda:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ، فَرْحَةٌ عِنْدَ
فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ
"Bagi orang yang berpuasa
ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu
dengan Rabb-nya." (HR. Muslim)
2. Kesederhanaan dalam
Merayakan Idul Fitri
Islam mengajarkan keseimbangan
dalam kehidupan, termasuk dalam merayakan hari raya. Rasulullah ﷺ dan para sahabat
merayakan Idul Fitri dengan penuh kesederhanaan, namun tetap bermakna.
- Tidak berlebihan dalam konsumsi dan perayaan.
- Memastikan zakat fitrah sudah ditunaikan sebelum
shalat Id.
- Menjaga adab dalam berpakaian dan berpenampilan.
- Membudayakan silaturahmi dan saling memaafkan.
3. Amalan Sunnah di Hari Idul
Fitri
Rasulullah ﷺ mengajarkan beberapa
sunnah yang dianjurkan di hari raya:
- Bertakbir sejak malam Idul Fitri hingga sebelum
shalat Id.
- Makan sebelum shalat Id, sebagai tanda telah
berakhirnya puasa.
- Mengenakan pakaian terbaik, tetapi tetap
sederhana.
- Mengambil rute yang berbeda saat pergi dan
pulang dari shalat Id.
Diriwayatkan dari Jabir bin
Abdillah radhiyallahu ‘anhu:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ
خَالَفَ الطَّرِيقَ
"Rasulullah ﷺ pada hari raya
mengambil jalan yang berbeda ketika pergi dan pulang." (HR. Bukhari)
Kesimpulan
Idul Fitri bukan hanya hari
perayaan, tetapi juga momen untuk memperkuat ketakwaan dan mempererat hubungan
sosial. Hendaknya kita menyambutnya dengan penuh kebahagiaan, kesederhanaan,
serta tetap menjaga ibadah dan akhlak mulia.
Semoga Allah menerima segala amal
ibadah kita di bulan Ramadhan dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik
setelahnya. Aamiin.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
وَبَرَكَاتُهُ.
0 Komentar