Perjalanan Wahyu: Sejarah Turunnya Al-Qur’an Selama 23
Tahun
بِسْمِ
اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
ٱلْحَمْدُ
لِلَّهِ ٱلَّذِي أَنْزَلَ ٱلْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ ٱلْهُدَىٰ
وَٱلْفُرْقَانِ، وَجَعَلَهُ رَحْمَةً وَشِفَاءً لِلْمُؤْمِنِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّىٰ اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَىٰ
آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ:
Pendahuluan: Keagungan Wahyu Ilahi
Al-Qur'an adalah kalamullah yang diturunkan sebagai pedoman
bagi umat manusia. Ia diturunkan secara bertahap selama 23 tahun kepada
Nabi Muhammad ﷺ
melalui perantaraan Malaikat Jibril. Perjalanan wahyu ini memiliki kisah yang
penuh hikmah dan pelajaran bagi kita semua.
Allah ﷻ
berfirman:
وَقُرْآنًا
فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا (الإسراء: 106)
"Dan Al-Qur'an itu telah Kami turunkan secara
bertahap agar kamu membacakannya kepada manusia dengan perlahan-lahan dan Kami
menurunkannya bagian demi bagian." (QS. Al-Isra’: 106)
1. Dua Tahap Turunnya Al-Qur'an
Turunnya Al-Qur'an terjadi dalam dua tahap utama:
- Dari
Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia pada malam Lailatul
Qadar (QS. Al-Qadr: 1-3).
- Dari
Baitul ‘Izzah ke Nabi Muhammad ﷺ secara bertahap selama
23 tahun melalui Malaikat Jibril.
2. Periode Makkah: 13 Tahun Awal Wahyu
Wahyu pertama turun saat Nabi Muhammad ﷺ berada di Gua Hira,
yakni QS. Al-‘Alaq: 1-5.
Ketika wahyu pertama datang, Rasulullah ﷺ merasa takut dan
berlari pulang menemui Khadijah radhiyallahu 'anha, lalu beliau diselimuti.
Setelah itu, turun wahyu kedua yaitu QS. Al-Muddatsir: 1-7, yang
menandai awal dakwah Islam.
Ciri-ciri wahyu periode Makkah:
- Menekankan
keimanan kepada Allah, hari kiamat, dan akhlak mulia.
- Menggunakan
bahasa yang kuat dan puitis.
- Ditujukan
untuk membentuk keyakinan dan keteguhan umat Islam yang masih sedikit
jumlahnya.
3. Periode Madinah: 10 Tahun Wahyu
Setelah hijrah ke Madinah, wahyu turun dengan membawa aturan
sosial, hukum, dan perundang-undangan Islam.
Ciri-ciri wahyu periode Madinah:
- Banyak
membahas hukum Islam seperti zakat, jihad, dan muamalah.
- Ayat-ayatnya
lebih panjang dan bersifat terperinci.
- Membangun
masyarakat Islam yang berlandaskan syariat.
Allah ﷻ
berfirman:
وَنَزَّلْنَا
عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ تِبْيَٰنًا لِّكُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ
لِلْمُسْلِمِينَ (النحل: 89)
"Dan Kami turunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) untuk
menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi
kaum Muslimin." (QS. An-Nahl: 89)
4. Hikmah Diturunkannya Al-Qur'an Secara Bertahap
- Memudahkan
penghafalan dan pemahaman (QS. Al-Furqan: 32).
- Menyesuaikan
dengan kondisi dan peristiwa yang terjadi (QS. Al-Isra’: 106).
- Memberikan
bimbingan yang kontinu kepada Nabi dan umat Islam (QS. Al-Furqan: 33).
5. Kesimpulan: Menghidupkan Al-Qur’an dalam Kehidupan
Sebagai umat Islam, kita harus menjadikan Al-Qur'an sebagai
pedoman hidup dengan cara:
- Membacanya
secara rutin.
- Mentadabburi
isinya.
- Mengamalkan
ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Nabi ﷺ
bersabda:
خَيْرُكُمْ
مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ (رواه البخاري)
"Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an
dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)
Semoga kita semua termasuk golongan yang mendapat syafa’at
dari Al-Qur’an di hari kiamat. Aamiin.
وَالسَّلَامُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
0 Komentar